Buncit Foodies http://buncitfoodies.com Catatan Makan Si Buncit Sun, 15 Apr 2018 06:51:57 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.21 http://buncitfoodies.com/wp-content/uploads/2015/09/x-small.png Buncit Foodies http://buncitfoodies.com 32 32 BUNCIT JALAN-JALAN KE TURKI http://buncitfoodies.com/buncit-jalan-jalan-ke-turki/ http://buncitfoodies.com/buncit-jalan-jalan-ke-turki/#respond Sun, 15 Apr 2018 05:06:38 +0000 http://buncitfoodies.com/?p=2086

Read More

]]>
Processed with VSCO with g2 presetSalam Bunciters,

Are you guys ready for another exciting travelling recap? We are so ready to tell you everything that we have experienced. Kali ini Buncit berkesempatan jalan-jalan ke salah satu negara lintas benua loh! As you guys can read from the title, Buncit jalan-jalan ke Turki! Buat kalian yang follow Buncit di Instagram (@buncitfoodies) dan sering memantau postingan dan insta story Buncit, kalian pasti tahu beberapa waktu lalu Buncit menghabiskan waktu liburan di beberapa kota cantik di Turki, seperti Istanbul, Ankara, Konya, Kusadasi, Canakkale, Pamukkale, dan lain-lain. We were so grateful to be able to travel to Turkey, banyak sekali pengalaman baru yang Buncit dapat, termasuk mencoba kuliner khas Turki, melihat arsitektur bangunan di setiap kota yang dikunjungi, mengunjungi tempat-tempat bersejarah, dan lainnya.

Why Turkey?

Kenapa sih Buncit kepikiran untuk travelling ke Turki? To be honest, awalnya Buncit tidak terpikir sama sekali untuk pergi ke Turki. Saat itu, Buncit hanya menemani teman yang sedang mencari promo tour. Buncit pun iseng-iseng bertanya apakah ada paket tour yang available dalam waktu dekat. Pihak tour pun menawarkan beberapa destinasi favorit seperti Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand. Setelah melihat-lihat, Buncit pun mengambil selebaran yang terletak di meja yang bertuliskan ‘Marvelous Turkey’. Buncit pun bertanya apakah ada tour ke Turki and luckily they have! Harganya juga terjangkau yaitu kira-kira 15,4juta rupiah all in (exclude tipping $65 per orang untuk tour guide dan driver). Something spontaneous happens when you’re least expecting it, right?

Tim Tour atau Tim Jalan Sendiri?

Ngomong-ngomong soal tour, kalian tim yang mana nih? Tim jalan-jalan sendiri atau tim jalan-jalan pakai tour? Walaupun masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, Buncit sih tetap ok sama dua-duanya, kalau ada kesempatan untuk jalan-jalan sendiri ataupun tour kenapa gak? Untuk trip ke Turki ini, Buncit memilih menggunakan tour karena we have no idea about the country, mulai dari transportasi, suasana dan lingkungan di sana serta hal-hal lainnya. Mungkin Bunciters berpikir, kan bisa riset dulu terus booking semua dari sini dan buat itinerary sendiri, but unfortunately we didn’t have that much time to that back then, karena benar-benar tinggal dua minggu dan masih harus urus keperluan visa dan lain-lain. So we thought that it’s better for someone to take care off our travel needs. Tinggal tahu beres aja deh, hehe. Oh ya, if you guys are wondering, Buncit mempercayakan trip ke Turki ini dengan Panorama JTB Tour (bukan sponsor ya, hehe…). Service Panorama sangat ok dan highly recommended, itinerary atau jadwal perjalanannya juga padat dan pastinya mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang ‘must-visit’.

Flight to Istanbul

Perjalanan dari Jakarta ke Turki memakan waktu kurang lebih 12 jam (direct) menggunakan pesawat. Bunciters dapat memilih penerbangan pesawat direct (langsung) atau transit. Untuk perjalanan tour kali ini, Buncit dan teman-teman yang lain mendapatkan tiket pesawat direct Jakarta-Istanbul menggunakan pesawat Turkish Airlines yang merupakan maskapai penerbangan nasional Turki yang berbasis di Istanbul. Untuk kelas ekonomi, terdapat fasilitas hiburan berupa televisi di setiap kursinya. Penumpang juga diberikan travel kit (pouch berisi penutup mata, sandal, lip balm, kaos kaki, sikat gigi dan odol), selimut, bantal, serta makan-minum yang dapat dipilih di menu yang diberikan. Ada juga fasilitas in-flight seperti wifi dan siaran tv langsung, tapi yang ini bayar ya hehe… Pelayanannya cukup bagus dan memuaskan. Tapi, tidak dapat dipungkiri, duduk di dalam pesawat selama 12 jam tanpa transit, badan Buncit jadi pegal-pegal deh. But, the struggle was totally paid off! Buncit dengan selamat mendarat di Ataturk International Airport, Istanbul dengan selamat. Airportnya cukup bagus dan dikelilingi toko souvenirs, coffee shop, dan lain-lain. Di sini, Bunciters juga bisa beli sim-card dengan paket dan harga yang beragam serta menukar uang.

Visa

Untuk jalan-jalan ke Turki, Bunciters dapat membuat e-visa atau Visa on Arrival. But, it’s better to prepare your visa from here, biar lebih aman. Untuk membuat visa, Bunciters bisa meminta bantuan agen-agen tour. Pembuatan visa Turki terbilang cukup cepat, yaitu sekitar 3 hari.

Money

Mata uang Turki adalah Turkish Lira (TL). Untuk sekarang, 1 TL kira-kira Rp3.500. Instead of Lira, they also accept dollars and euro in certain places, so you better split some money you want to exchange. A little bit of Lira and a little bit of dollars or euros will do. Informasi tambahan buat Bunciters, buang air kecil di sana apalagi di public toilet seperti di tempat pemberhentian atau di tempat wisata tidak gratis. Selalu siapkan uang kecil (1-2 Lira) ya!

Weather & Packing Tips

Nah, sebelum mulai cerita tentang perjalanan di Turki, Buncit mau share packing tips nih untuk kalian. Hal terpenting pastinya adalah melihat ramalan cuaca sehingga gak salah kostum nantinya. Waktu Buncit ke sana, sekitar bulan Februari awal, di Turki masih winter, suhu di berbagai kota bisa berbeda-beda, tetapi rata-rata suhunya berkisar antara -5°C sampai 13°C. Better be prepared with some long johns, sweater and thermal jacket. Kalau tidak mau pusing-pusing bawa banyak jaket atau luaran, bawa saja satu jaket atau coat yang tahan terhadap suhu dingin berwarna netral sehingga bisa cocok dipakai dengan pakaian apa saja. Let the layering magic works to warm your body. Sebagai tambahan, Bunciters juga disarankan membawa sarung tangun dan kaus kaki untuk menambah kehangatan, karena di beberapa tempat tertentu, dinginnya menusuk-nusuk, hehe… If you are going to travel during the winter time, better to bring your umbrella, too. Waktu Buncit lagi jalan-jalan di Istanbul, hujan pun turun dan Buncit tidak prepare apa-apa, alhasil baju basah deh. Untuk sepatu, disarankan menggunakan sepatu kets atau boots. Mungkin Bunciters dapat membawa satu sepatu cadangan, seandainya basah terkena hujan atau salju.

Transportasi

Buncit tidak perlu pusing-pusing memikirkan transportasi karena semua sudah diatur oleh pihak tour. Selama perjalanan, Buncit menggunakan bus untuk pergi ke tempat satu ke tempat yang lainnya. Buncit dan rombongan juga sempat menaiki ferry untuk menyeberang dari Istanbul ke Canakkale. Untuk Bunciters yang berkeinginan untuk jalan-jalan sendiri, ada beberapa alternatif transportasi di sana seperti, metro atau kereta, trem, bus, taksi, dan lain-lain. Buncit lebih merekomendasikan menggunakan bus karena jaringan kereta di Turki belum menjangkau banyak tempat, apalagi jika ingin berpergian antarkota. Di beberapa daerah wisata seperti Cappadocia, tersedia city tour juga jika tidak mau repot-repot sewa mobil, motor atau sepeda. Untuk panduan menggunakan metro dan bus, Bunciters bisa mampir ke link ini https://safarku.wordpress.com/2017/05/30/mencoba-berbagai-moda-transportasi-di-turki/ Banyak informasi bermanfaat di sana soal berbagai transportasi di Turki. Selamat mencoba!

Turkey is a Transcontinental Country

Source: Google Image

Source: Google Image

Turki sendiri merupakan negara yang cukup unik nih karena berada di dua benua sekaligus yaitu Asia dan Eropa atau yang biasanya disebut sebagai negara transcontinental. Kalau Bunciters lihat di peta, sebagian besar kota-kota di Turki berada di bagian Asia. Istanbul on the other hand, lies on both Asian side and European side. Kedua bagian tersebut dipisahkan oleh selat Bosphorus yang menghubungkan Laut Hitam dan Laut Marmara. Ada jembatan Bosphorus juga yang mengubungkan ke dua bagian tersebut, lucunya adalah Bunciters bisa pindah ke benua Asia ke benua Eropa hanya dalam hitungan menit lewat jembatan tersebut.

What to do in Istanbul?

Ngomong-ngomong soal Istanbul, Buncit mau share tempat-tempat wisata apa saja nih yang wajib dikunjungi serta street food yang wajib dicoba. FYI, Istanbul merupakan kota tersibuk dan terpadat di Turki. The city was a mixed of a modern and historical place where you can see many commercial buildings such as banks, hotels, stores, etc along with some old fortresses from the past at the same time. Suasana di sana ramai, mulai dari banyaknya orang yang berlalu-lalang hingga hiruk pikuk kendaraan.

Bosphorus Cruise & Eminonu Fish Sandwich

Buat Bunciters yang mau menikmati keindahan kota Istanbul, harus nih coba naik Bosphorus Cruise. Bosphorus Cruise mengajak penumpangnya menyusuri selat Bosphorus dan melihat berbagai pemandangan cantik di tepi laut. You’ll ride past many mosques, vintage looking hotels, houses like a palace and other beautiful greenery throughout the boat journey. Di atas kapal Bunciters juga bisa membeli snack dan minuman (warning: agak mahal ya hehe…). Jangan lupa untuk mengeluarkan kamera atau ponsel untuk berfoto-foto ya! If you are wondering where to find the cruise service, there are a lot of them along the waterfront. Bunciters juga bisa booking terlebih dahulu lewat beberapa website atau melihat jadwal kapal secara online, coba cek link ini  https://www.theistanbulinsider.com/what-bosphorus-cruise-tour-to-take-in-istanbul/ atau https://theculturetrip.com/europe/turkey/articles/your-guide-to-the-perfect-bosphorus-cruise-from-istanbul/

Eminonu

Oh ya, setelah tour Bosphorus Cruise selesai, Bunciters dapat membeli dan mencoba Eminonu Fish Sandwich yang dijual tidak jauh dari tempat kapal diparkir. Kalau tidak menemukan, Bunciters bisa tanyakan ke orang kapalnya. Eminonu Fish Sandwich is made of grilled white fish (fresh from the sea), raw onions, salad in a half loaf white bread. Menurut Buncit, ikannya agak sedikit amis, namun ada beberapa teman tour lain yang suka. So, just give it a try!

Topkapi Palace

Topkapi Edit-2

Topkapi Palace atau Istana Topkapi adalah kediaman resmi dan markas administrasi Sultan Utsmaniyah atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Sultan Ottoman di abad ke-15 sampai 17. Sekarang, tempat ini sudah diubah menjadi museum yang dibuka untuk publik. Di sini, Bunciters bisa melihat betapa luas dan megahnya tempat tinggal Sultan zaman dahulu. Ada beberapa lokasi yang bisa Bunciters kunjungi seperti museum-museum dengan isi yang berbeda-beda, ada koleksi senjata serta peninggalan suci termasuk pedang dan jubah Nabi Muhammad.

Hagia Sophia

 

Processed with VSCO with a1 preset

Hagia Sophia adalah salah satu kawasan wisata terkenal di Istanbul. Dulunya, bangunan ini dibangun dan digunakan sebagai gereja Orthodox Yunani. Bangunan ini kemudian dijadikan masjid pada masa Kesultanan Utsmaniyah. Sejak 1935 sampai sekarang, bangunan ini dijadikan museum yang dibuka untuk publik. Jika dilihat dari dalam, masih banyak bekas peninggalan gereja seperti gambar Yesus serta malaikat-malaikat di dinding. Terlihat sekali perpaduan nuansa gereja dan masjid di dalam museum ini

Blue Mosque

Processed with VSCO with lv01 preset

Salah satu tempat wisata yang berdekatan dengan Hagia Sophia adalah Blue Mosque. Mereka berada di satu area, tinggal jalan kaki saja deh. Untuk memasuki Blue Mosque, semua perempuan harus menutup kepalanya dengan kain/scarf dan memakai rok panjang bagi yang tidak memakai pakaian tertutup. Kain dan rok bisa dipinjam di dekat pintu masuk masjid.

Nah, mungkin sebagian dari Bunciters bertanya, namanya Blue Mosque tapi kok gak ada warna birunya sama sekali? Dinamakan Blue Mosque karena pada zaman dahulu, interiornya berwarna biru. Kalau dilihat-lihat kubahnya juga berwarna biru tua ya, Bunciters? Oh ya, nama lain dari masjid ini adalah Masjid Sultan Ahmed. Sampai sekarang, bangunan ini masih diperuntukkan sebagai tempat ibadah umat muslim di Turki. So, buat kalian yang ingin menyempatkan waktu untuk beribadah di tengah liburan, feel free!

Hippodrome

Hippodrome

Lokasi ini dulunya adalah arena pacuan kereta dan tempat olahraga di masa kekaisaran Byzantium. Lokasi ini juga sempat dijadikan sebagai ibu kota dari kekaisaran tersebut. Sekarang, lokasi ini dinamakan Sultan Ahmet Square dan menyisakan tiga tiang yaitu Obelisk Mesir, Tiang Serpent dan Obelisk Constantine. Hippodrome masih satu lokasi dengan Hagia Sophia dan Blue Mosque.

Grand Bazaar

Grand Bazaar

Grand Bazaar2

Processed with VSCO with a10 preset

Buat yang suka belanja ataupun nggak, harus tetap wajib datang ke Grand Bazaar Istanbul ya! Grand Bazaar adalah salah satu tempat belanja indoor terbesar dan tertua di dunia loh. Bangunannya aja bergaya vintage seperti istana dengan langit-langit yang tinggi. Terdapat lebih dari 4.000 toko yang tersebar di banyak lorong di dalamnya. Saking ramai dan luas, Buncit sempat nyasar loh. Di sini, Bunciters bisa menemukan dessert khas Turki yaitu Turkish Delight, lampu gantung cantik, mangkuk dan piring handmade, karpet, evil eye atau nazar, kain, dan masih banyak lagi. Di sini harganya bisa ditawar ya hehe… Selamat berbelanja! Di sekitar Grand Bazaar juga ada street food dan tempat berbelanja outdoor. Asik deh pokoknya! Tetap berhati-hati dengan barang bawaan ya karena ramai banget!

Eating Street Food

Ada beberapa street food yang Buncit temukan waktu sedang city tour di Istanbul, seperti jagung bakar, chesnut, simit (roti bagel ala Turki dengan biji wijen di atasnya), dan es krim ala Turki. Buncit sempat mencoba simit, rasanya asin-asin gurih dan agak keras nih pas digigit, harus hati-hati menggigitnya hehe…

Exploring the Asian Side

Saatnya kita tinggalkan Istanbul dan memulai eksplorasi kita di kota-kota di bagian Asia Turki. Selama jalan-jalan di Turki, Buncit dan teman-teman lain menggunakan bus yang disediakan oleh pihak tour. Jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya juga bervariasi. Kalau perjalanan yang memakan waktu di atas 3 jam, dijamin nggak bakal bosan karena Bunciters dapat menikmati pemandangan hamparan rumput hijau, gunung batu, dan lainnya di sisi kiri dan kanan jalan.

Canakkale

Selain menggunakan bus, Buncit sempat menggunakan ferry menyeberangi Laut Marmara ke Canakkale. Sebenarnya bisa lewat jalur darat, namun supaya aktivitas tour lebih dinamis, Buncit dan teman-teman lain menggunakan ferry. Tentunya, ferry yang Buncit maksud adalah ferry yang dapat mengangkut orang sekaligus kendaraan. Di atas ferry terdapat tempat duduk outdoor dan indoor di mana Bunciters bisa membeli makanan dan minuman sambil menikmati pemandangan. The weather is so cold this time of year, so better stay inside. Still, if you stay outside, you can breathe the breezy fresh air, see the beautiful surroundings and you will get a chance to feed the birds that flying around the ferry, too.

Processed with VSCO with a9 preset

Setelah 30 menit perjalanan, Buncit akhirnya sampai di Canakkale dan langsung menuju ke Ruins of Troy. Ruins of Troy merupakan situs bersejarah dari Perang Trojan yang masuk ke dalam daftar Peninggalan Sejarah Dunia UNESCO. Di sini Bunciters dapat melihat reruntuhan hasil ekskavasi oleh arkeolog-arkeolog. Bunciters juga bisa berfoto dengan replika patung kuda Trojan.

Pamukkale

Dalam Bahasa Turki, Pamukkale artinya “Cotton Castle” atau “Benteng Kapas”. Tempat ini diberi nama Cotton Castle karena tempat ini dikelilingi oleh batu putih berkilauan seperti kristal. Tempat ini juga cantik sebagai spot foto karena terdapat hot springs atau mata air panas berbentuk seperti teras-teras yang terbuat dari travertine (batuan sedimen yang diendapkan oleh air dari mata air panas tersebut). As from now, visitors are allowed to enter the hot springs with barefoot, follow the path and soak their feet into the water. Dari pengalaman Buncit, kolamnya tidak terlalu dalam (sekitar betis) dan airnya tidak terlalu panas, jadi nggak usah khawatir ya!

Visiting Ruins

Asklepion

Turki memang terkenal dengan tempat wisata yang penuh reruntuhan. Reruntuhan nggak selalu buruk dan membosankan loh, buktinya dengan mengunjungi dua situs reruntuhan terkenal di Turki, yaitu Asklepion di Pergamon (Bergama) dan Ephesus di Seljuk (Selcuk). Pada zaman dahulu, Asklepion merupakan pusat medis atau layanan kesehatan. Ceritanya cukup unik nih Bunciters, kalau ke rumah sakit atau ke dokter kan biasanya kita diperiksa, dirawat, diberi obat atau disuruh untuk beristirahat, berbeda dengan layanan medis Asklepion yang diberikan kepada pasiennya. The healing process back then was quite like a spa these days, or maybe something more. Psychotherapy, massage, herbal remedies, mud and bathing treatments, sleeping with relaxing water sounds, the interpretation of dreams, drinking water from a sacred fountain, and music concert or comedy show. Dari reruntuhannya, Bunciters masih dapat melihat pilar-pilar besar di gerbang masuk dan di dalam area, teater, lorong bawah tanah, dan masih banyak lagi.

Selanjutnya, Ephesus. This one is hands down Buncit’s favorite ruins among others! Areanya jauh lebih besar dibandingkan dengan Troy ataupun Asklepion. Areanya yang luas membuat para pengunjungnya dapat mengekslpor lebih banyak reruntuhan. Reruntuhannya juga masih banyak yang terbentuk seperti toilet umum yang terbuat dari marbel, marble street yang pada masanya dijadikan tempat berdagang, ukiran batu Dewi Yunani Nike atau Dewi Kemenangan, perpustakaan Celsus (Library of Celsus), dinding Hadrian (Hadrian’s Temple), teater besar dan masih banyak lagi. Quick fact, Ephesus was an ancient Greek city located in Selcuk, Izmir Province. Clearly by seeing all of the ruins, the ancients had the incredible construction skills and an extraordinary eye for detail.

Processed with VSCO with preset

Ephesus Marble Street

Cappadocia and Hot Air Balloon Ride

This is one of the best highlight of the trip! Kenapa? Balon udara tidak setiap hari bisa terbang karena harus menyesuaikan arah angin dan banyak grup-grup tour lainnya yang tidak mendapatkan kesempatan untuk naik balon udara. Thank God, Buncit senang sekali sempat menaiki balon udara di Cappadocia.

Processed with VSCO with c2 preset

Di Cappadocia banyak banget hot air balloon company dan Bunciters bisa pilih salah satu. Salah satu rekomendasi yang ok adalah Royal Balloon. Mereka adalah satu dari beberapa company yang memberikan medali ke setiap pesertanya loh, menarik kan? The famous Martha Stewart juga sempat naik Royal Balloon waktu berkunjung ke Turki loh! Paket group sudah termasuk makan pagi dan sesi minum champagne di akhir trip balon udara. For more info click http://www.royalballoon.com or visit their Instagram page @royalballoon. Oh ya, soal harga, Buncit sudah satu paket dengan harga tour jadi lebih hemat, buat Bunciters yang jalan-jalan sendiri dan membeli langsung, harganya sekitar US$250-300 per orang. Pembayarannya juga dapat menggunakan kartu kredit.

Royal Balloon

Satu basket balon udara memiliki kapasitas 24 orang dan 2 pilot. Terbang di atas kurang lebih 1 sampai 1,5 jam. Dari atas, Bunciters bisa melihat pemandangan indah berupa bebatuan khas Cappadocia dan juga menyaksikan matahari terbit. Indah banget! Pemandangan langitnya juga semakin cantik karena banyak sekali balon-balon udara lainnya. Gak perlu was-was, karena pilotnya sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi. Bunciters juga akan diberitahukan soal safety instruction sebelum terbang. Landingnya juga smooth banget. Wajib dicoba ya Bunciters!

Hot Air Balloon1

Cappadocia

About Cappadocia itself, Cappadocia memang terkenal sebagai salah satu kawasan di Turki yang memiliki pemandangan alam yang unik dan bikin takjub. Mulai dari bebatuan yang berbentuk jamur, sampai rumah-rumah batu dari ratusan tahun yang lalu. Pada zaman dahulu kala, bebatuan ini dibuat menjadi tempat tinggal. Namun, sekarang tidak digunakan lagi karena sudah dijadikan tempat wisata dan museum bagi pengunjung. Oh ya, rumah-rumah modern yang sekarang ditempati juga dibangun di sekitar bebatuan loh, jadinya nge-blend deh.

Goreme Open Air Museum

Processed with VSCO with lv01 preset

Masih dari Cappadocia, Buncit juga mengunjungi Goreme Open Air Museum. Di sini Bunciters bisa melihat dan memasuki gereja-gereja kecil yang dibuat di dalam bebatuan. Banyak dari gereja yang ada di sana berasal dari abad ke-10, 11, dan 12. Lokasi ini bagus untuk berfoto-foto karena dikelilingi dengan bebatuan besar dan runcing. Goreme Open Air Museum masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage sejak 1984 loh. Biaya masuknya sebesar 25 Turkish Lira atau sekitar Rp100.000 per orang.

Konya and Mevlana Museum

Konya-2

Konya1

Konya2

Konya merupakan salah satu kota kecil di Turki yang juga menjadi ‘rumah’ bagi Museum Mevlana. Mevlana adalah nama sebutan dari seorang sufi asal Persia bernama Jalal ad- Din Muhammad Rumi. Di kota kecil inilah, Mevlana menyebarkan aliran Sufi kepada masyarakat pada zaman Kesultanan Seljuk. Tarian Sufi yang merupakan tarian terkenal khas Turki juga berasal dari sini loh Bunciters. Di museum ini, Bunciters dapat masuk ke bagian dalam masjid untuk melihat interiornya yang megah, Al-Quran kuno, puisi-puisi Mevlana dalam bahasa Arab yang disimpan di dalam kotak kaca, dan barang-barang peninggalan lainnya. Ada juga diorama-diorama Sufi yang sedang mempelajari aliran Sufi serta makam-makam yang masih dirawat dengan baik.

Sultanhani Caravanserai

Tempat ini dibangun pada masa masa Kesultanan Seljuk yang berlokasi di Konya (Aksaray Road). Pada zaman dahulu, tempat ini adalah lokasi bertemunya pedagang-pedangan yang melewati Konya-Aksaray sebelum berlanjut ke Cappadocia. Bisa dibilang, tempat ini adalah tempat persinggahan pedagang-pedangang untuk beristirahat. Sekarang, Sultanhani Caravanserai dijadikan sebagai tempat wisata di mana pengunjungnya dapat melihat arsitektur kuno dengan gerbang yang megah pula. Ada beberapa Caravanserai lainnya yang dialihfungsikan sebagai restoran. Menarik bukan?

Ankara and Ataturk Mausoleum

Anitkabir

Akhirnya sampai juga di Ankara, the beautiful capital city of Turkey. Suasana di tengah kotanya ramai dan agak macet di jam-jam rush hour. Sesampainya di Ankara, Buncit langsung menuju ke Mausoleum of Mustafa Kemal Ataturk, tokoh yang dikenal sebagai The Founding Father of Turkey yang sangat dihormati oleh masyarakat di sana. Di sini Bunciters bisa masuk ke dalam museum untuk melihat diorama perang Turki, barang-barang personal milik Ataturk, lukisan Ataturk, dan masih banyak lagi. Lalu, terdapat bangunan berbentuk persegi yang disebut Anitkabir, yaitu tempat peristirahatan terakhir Ataturk yang dijaga ketat oleh para penjaga. Tempatnya sangat megah dan memiliki langit-langit yang tinggi.

Processed with VSCO with a6 preset

Di jam-jam tertentu, Bunciters juga bisa melihat upacara pergantian penjaga, seperti yang terlihat di foto. Pengunjung berbondong-bondong mengikuti jalannya upacara tersebut sambil mengambil foto maupun video. Bunciters juga bisa berfoto dengan para penjaga di sana, tapi penjaganya jangan diajak ngomong atau ditoel-toel ya.

Kartepe Snow Hill

Processed with VSCO with 6 preset

Pemandangan cantik ini bisa Bunciters lihat langsung di Kartepe Snow Hill. Waktu Buncit ke sana saljunya masih lumayan banyak. Walaupun perlahan-lahan sudah membeku dan berubah bentuk menjadi es, tetap ok untuk dijadikan objek foto. Di Kartepe Snow Hill, ada resort yang menyediakan tempat bermain salju, ski, dan chairlifts, yaitu The Green Park Kartepe Resort & Spa (http://www.karteperesort.com/en). Untuk naik chairlifts, Bunciters hanya perlu membayar 10 Turkish Lira atau sekitar Rp40.000 per orang. Satu chairlift mengangkut 2 orang.

FOOD

Kalau soal makanan Buncit nomor satu nih! Selain mencoba street food seperti jagung bakar, chesnut, simit (roti bagel ala Turki dengan biji wijen di atasnya), dan es krim ala Turki, Buncit juga sempat mencoba bakso ala turki alias Kofte. Kofte atau Turkish meatballs ini biasanya dibuat dari daging domba atau daging sapi yang dicampur dengan bumbu rempah. Rasanya gurih dan juicy banget! Selain dibentuk seperti bakso, Kofte juga bisa dibentuk seperti patty atau finger cut seperti yang di gambar. Side dishnya ada nasi zaitun, salad segar dan kentang goreng. Bunciters bisa mampir ke kedai Kofteci Ramiz (tersebar di beberapa kota besar di Turki) untuk mencoba Kofte ini ya.

Processed with VSCO with a9 preset

Dari pengalaman Buncit ikut tour, makanannya dominan dengan soup (cream soup, tomato soup, mushroom soup) dengan roti, nasi putih dengan campuran minyak zaitun, ayam panggang fillet bumbu rempah, beef and veggie stir-fry, dan salad. Setelah makan bisanya disuguhkan buah jeruk. To be honest, within the first, second and third day Buncit was still enjoying the food, but the next day until the very end of the trip, the food gets really boring and boring. To survive this problem, Buncit suggest you to bring something that will increase your appetite, like sambal, spicy anchovy and beef floss or kering kentang.

 What to buy?

  1. Turkish Delight

Turkish Delight adalah dessert khas Turki terbuat dari tepung (starch), gula atau madu dengan tambahan potongan seperti kurma, pistachio, walnut, hazelnut di dalamnya. Turkish Delight ini berbentuk dadu yang berlapis icing sugar dan dikemas dalam box berbagai ukuran. Menurut Buncit, rasanya itu terlalu manis, but it’s worth a try.

Turksih Delight

  1. Ulker

Kalau ke mini atau supermarket, Bunciters harus coba beli snacks yang diproduksi oleh brand Ulker ya. Rekomen Buncit adalah cokelat dan biskuitnya. You will never go wrong with that.

Ulker

  1. Nuts

Sebagai alternatif, Bunciters juga bisa membeli kacang-kacangan yang sudah dikemas rapi (ada ziplock-nya juga) seperti yang ada di gambar. Kacangnya bervariasi seperti kacang mede, raw almond, hazelnut, walnut, pistachio, dan lain-lain. Kacang-kacangan ini juga bisa Bunciters temukan di mini atau supermarket.

Nuts

  1. Evil Eye/Nazar

Selain makanan, Bunciters juga wajib membeli Evil Eye atau Nazar ini ya. Sepanjang perjalanan Buncit di Turki, Buncit sering melihat lambang Evil Eye ini di depan pintu masuk toko, di mobil, di pohon, dan lain-lain. Sesuai budaya Turki, Evil Eye ini dipercaya dapat melindungi sang pemiliknya dari hal-hal jahat. You can find and buy this Evil Eye literally everywhere around the tourist area.

Nazar

  1. Colorful Coasters and Handmade Bowls

Yang satu ini juga wajib Bunciters beli karena coasters (tatakan gelas) dan handmade bowlsnya memiliki motif yang cantik sehingga dapat dijadikan pajangan atau dipakai sendiri. Untuk handmade bowls, ukurannya bervariasi, dari yang kecil seperti mangkuk sambal, hingga yang besar.

Coasters-5

Grand Bazaar1

  1. Olive Oil

Kalau ke Turki kayaknya kurang lengkap kalau belum cobain atau beli Olive Oil. Tenang saja, karena setiap Bunciters makan nasi, pasti nasinya ada campuran olive oilnya. Kalau mau beli untuk dibawa pulang juga ada, selain untuk keperluan dapur, Olive Oil juga dapat digunakan untuk memelihara kesehatan rambut serta kelembaban kulit. Buncit beli lotion olive oil loh hehe…

  1. Carpet

Karpet juga menjadi salah satu souvenir wajib kalau ke Turki. Selain karpet dengan berbagai ukuran, Bunciters juga bisa membeli sajadah dengan berbagai motif untuk keperluan beribadah. Kalau beli di tempat yang resmi seperti pabrik dan workshop place, harganya cukup mahal karena kualitasnya terjamin dan biasanya karpetnya dibuat dengan tangan yang memakan waktu cukup lama. Kalau Bunciters beli di Grand Bazaar, Bunciters bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah dan biasanya sudah buatan mesin.

Karpet

Extra Tips

  1. Setiap kawasan wisata, pasti ada toko merchandise resmi yang dikelola oleh pemerintah loh! So better shop inside karena harganya yang cukup terjangkau dan Bunciters tidak perlu susah tawar menawar lagi.
  2. Orang-orang di sana cukup ramah dan murah senyum. Soal bahasa, penggunaan bahasa Inggris yang basic masih dimengerti. Bahkan di beberapa tempat, ada yang mengerti Bahasa Indonesia walaupun cuma “Terima kasih”, “Mahal”, “Murah”, “Cantik”, “Tiga, 10 Lira” haha… Penting loh ini supaya barangnya laku terjual hehe…

Is Turkey Worth a Visit?

Definitely YES! Setiap kota yang Buncit kunjungi memiliki keunikannya masing-masing, Cappadocia misalnya. The area is surrounded by many weird but beautiful stones like you’ve never seen anywhere before. There are still houses made out of stones. Oh ya, banyak juga yang bertanya soal keamanan berwisata di Turki. Walaupun kita sering mendengar adanya perang atau konflik di daerah Suriah yang juga bersebelahan dengan Turki, jangan khawatir. Turki memiliki pertahanan yang baik. Walaupun ada konflik, daerah tersebut sangat jauh dari lokasi-lokasi wisata yang sering dikunjungi oleh turis.

Processed with VSCO with lv01 preset

That’s a wrap! Semoga informasi-informasi di atas bermanfaat untuk Bunciters yang ingin pergi jalan-jalan ke Turki ya. Sampai jumpa di trip-trip selanjutnya!

]]>
http://buncitfoodies.com/buncit-jalan-jalan-ke-turki/feed/ 0